Seruan Kirim Tentara Melawan Kebiadaban Israel

Sunday, June 6, 2010

Sekitar seribu massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Hidayatullah, Ponpes At Taqwa KH Nur Ali dan simpatisan long march dari Patung Kuda Silang Monas ke depan Kedubes Amerika, Selasa (1/6) siang di Jakarta.

Massa membawa spanduk dan poster, yang di antaranya berbunyi: "Ganyang Israel, Tolak Obama"; dan "SBY TOLAK OBAMA, Kirim Pasukan Perang ke Palestina!". Keduanya ditulis dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggris.

Aksi tersebut merupakan respon dari penembakan membabi buta sejumlah tentara Israel terhadap konvoi kapal kemanusiaan Freedom Flotilla yang setidaknya menewaskan 19 relawan dan puluhan lainnya luka-luka.

Penyerangan itu merupakan bukti kesekian kalinya yang menunjukkan bahwa Israel yang disokong penuh Amerika itu adalah entitas biadab.

"Setan iblis Amerika Israel, mati lo! pekik seorang orator dari Ponpes At Takwa KH Nur Ali, Bekasi, dengan geram.

Sekjen DPP Al Ittihadiyyah Fikri Bareno menyatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus meresponnya dengan mengirimkan tentaranya untuk berjihad melawan Israel.

Senada dengan di atas, HTI dalam pernyataan sikapnya menyerukan agar pemerintah dan seluruh negeri kaum Muslim bersatu mengerahkan pasukan dan persenjataan militernya untuk menghentikan kebiadaban tersebut.

"Karena memang Israel itu hanya mengenal satu bahasa yaitu bahasa kekerasan, buktinya aksi kemanusiaan juga diserang," ujar Jurubicara HTI Muhammad Ismail Yusanto kepada Media Umat di tengah-tengah aksi.

Bahasa diplomasi atau pun hukum tidak akan berpengaruh. Sudah puluhan resolusi PBB yang mengecam kebiadabannya, tetapi zionis biadab itu tidak bergeming.

"Semua tuntutan hukum ketika sampai di PBB langsung diveto Amerika," tandasnya.
Dalam orasinya, perwakilan dari Hidayatullah Salman Al Farisi pun menyatakan bahwa PBB mandul. Maka jalan satu-satunya untuk menghentikan kebiadaban Israel adalah jihad!

Tidak kalah geramnya Ketua Lajnah I'lamiyah DPP HTI Farid Wadjdi menyindir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang terkesan hanya lips service saja menanggapi kebiadaban Israel itu.

Karena semestinya sebagai panglima tentara tertinggi di negeri mayoritas Muslim ini mempelopori menggalang tentara dari negeri-negeri Muslim lainnya untuk bersatu dalam satu komando berjihad melawan Israel dan Amerika.

"Jadilah laki-laki walau hanya satu hari saja! Karena engkau berbadan besar, jangan jadi pengecut!" pekiknya.

0 comments:

Post a Comment

 
© 2013 | desain by : asep nurdiyansyahCacingblogger Blogger